Hidup Adalah Sebuah Pilihan yang Bertanggung Jawab

    Monday, December 24, 2012
    Hidup adalah sebuah pilihan yang bertanggung jawab - Jika dipikir secara gamblang, zaman sekarang ini memang penuh dengan trik dan siasat belaka, kemana sesuatu yang seharusnya itu pergi? namun pertanyaan yang muncul siapa yang membangun siasat dan siapa yang terkena siasat itu? bahkan saya akan berpikir sangat keras ketika menemukan formula yang bagus untuk menghitung secara cermat tindak tanduk manusia zaman sekarang yang terbilang bermacam-macam corak dan hasratnya.

    Hidup Adalah Sebuah Pilihan yang Bertanggung Jawab

    Kapankah hidup ini menjadi sangat mudah sekali atau hidup ini sesuai dengan yang diharapkan. Apa yang dikehendaki hati dan dipikirkan otak akan terlaksana dengan baik dan terjadi begitu saja, dengan sangat mudah sekali. Coba sekarang kita lihat berapa banyak para pemuda yang terjerumus ke dalam lubang hitam, yang menyesatkan diri mereka sendiri. Mereka yang menjadi budak narkotika dan perilaku asusila yang semakin bertambah menjadi lahan pekerjaan yang menggiurkan, menurut para pelakunya. Dan saat ini hal seperti inilah yang mudah dilakukan dan seakan memberi embel-embel tempat yang begitu nyaman di golongan mereka sendiri, sehingga menghasilkan uang untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Bukankah ini sangat memprihatinkan sekali? saya pikir akan menjadi sangat wajar jika mereka tidak mempunyai pilihan sama sekali, namun sebagai manusia yang memiliki akal dan pikiran kita diberikan ilmu untuk bekal hidup yang diperlukan untuk berpikir dan mencerna atas apa yang kita lakukan di dunia ini, akan hal baik dan buruk itu. Karena semua itu akan menghasilkan konsekuensi yang besar terhadap diri kita sendiri di masa sekarang atau di masa depan nanti.

    Pernyataan ini seraya setuju dengan sebuah pepatah lama bahwa hidup adalah sebuah pilihan saja, dan manusia mempunyai daya untuk memilih sesuatu yang diinginkannya menurut kadar atas kemampuannya sendiri sehingga mejadi mampu untuk memberi tanggung jawab seandainya muncul sebab untuk dipertanggung jawabkan. Terkait masalah yang sangat besar atau pun kecil sekalipun. Namun memilih bukan berarti bisa dijalankan, memilih bukan berarti bisa mempunyai seketika, semua itu butuh Do'a, pengorbanan dan kerja keras serta pemikiran secara matang, bukan sekedar memilih sesuatu yang ada di depan mata, namun tidak ada usaha yang berarti untuk mendapatkannya. Kita harus melakukan sesuatu agar pilihan kita itu jatuh ketangan kita sendiri, entah dalam waktu yang dekat atau waktu yang masih lama.

    Dan saat pilihan itu telah ditetapkan maka kita akan menerima konsekuensi atas apa yang kita pilih itu. Seperti hal-nya ketika memilih menjadi penulis, maka konsekuensinya yaitu kita harus rajin membaca agar tulisan saya semakin kreatif dan bagus. Selain itu saya juga harus rajin berlatih menulis, sehingga ketrampilan itu semakin terasah dengan baik, dan begitu seterusnya tidak boleh menyerah di tengah-tengah perjalanan karena suatu halangan tertentu atau karena meredup pilihan saya pada awalnya.

    Seorang muslim yang baik, seyogianya selalu meningkatkan kualitas ibadah yang dilakukannya. Rasulullah mengingatkan, “Barang siapa yang keadaan amalnya hari ini lebih jelek dari hari kemarin, maka ia terlaknat. Barang siapa yang hari ini sama dengan hari kemarin, maka ia termasuk orang yang merugi. Dan barang siapa yang hari ini lebih baik dari hari kemarin, maka ia termasuk orang yang beruntung.” (HR. Bukhari)

    Setiap dari kita akan mempunyai waktu yang tidak tahu kapan pasti batas waktunya, sebab suatu saat nanti kita akan menjumpai kematian. Tidak ada sesuatu yang bisa mencegahnya atau memperpanjang takdir dari Allah SWT, karena ini adalah jalinan garis hidup setiap manusia di dunia ini. Sementara kita jangan terlena dengan semua yang ada didunia ini, karena dunia dan isinya sebagaimana kita sendiri merupakan hasil ciptaanNya, sehingga sewaktu-waktu akan diambil oleh sang pemilik, sang maha kuasa atas segala-galanya.

    Dari Abu Hurairah RA, dia berkata, "Rasulullah SAW bersabda, 'Kalian tidak akan masuk surga sehingga kalian beriman, dan kalian tidak (dianggap) beriman sehingga kalian saling mencintai. Maukah aku tunjukan kepadamu sesuatu yang apabila kalian melakukannya maka kalian akan saling mencintai? Yaitu sebarkanlah salam diantara kalian."  (Muslim 1/53).
    Hidup adalah sebuah pilihan, hidup adalah tanggung jawab, roda kehidupan berputar atau diputar?, roda zaman kehidupan, sebuah pilihan harus mampu bertanggung jawab.

    MEREKA JUGA INSPIRASIKU

    Friday, December 21, 2012
    MEREKA INSPIRASIKU - Saya akan tetap mencoba melakukan sesuatu yang menjadi "sesuatu yang seharusnya" /red OM Kris. Meskipun telah saya dapati dimana saya sendiri mulai merasa bingung akan kerasnya dunia yang ketika ini menjadikan saya nyaman dan begitu mudah, betapa tidak? apa yang saya inginkan setidaknya bisa tercapai dengan mudah sesuai dengan harapanku. Memang aneh kehidupan ini, terkadang kita lupa bersyukur atas apa yang telah kita miliki, padahal begitu banyak sahabat disekitar kita yang masih kekurangan. Semestinya saya banyak belajar dari orang-orang disekitarku, dari mereka yang betul-betul mampu bertahan dan berusaha, sampai pada batas kemampuan yang dimiliki.

    MEREKA INSPIRASIKU

    Contoh inilah yang semestinya menjadikan saya sadar dan berharap saya mempunyai simpati terhadap mereka, meski sebenarnya keadaanku sendiri, juga tidak lebih baik dari mereka. Mungkin karena saya tidak bisa bersyukur saja. Keadaan sekitar mencoba menyadarkan saya untuk bisa menghargai apa yang telah dilakukan oleh generasi terdahulu, memang benar adanya, jika banyak hal yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata, tapi bukankah yang lebih menjanjikan adalah karena kita mampu mengerjakan pekerjaan dengan senang hati dan sungguh-sungguh?.

    Jika sedang mengalami keadaan yang kurang menyenangkan seperti itu, saya mulai mencoba melihat kedalam diriku sendiri, tidak usah pusing memikirkan keadaan orang lain atau sibuk mencari-cari tempat untuk menumpahkan semua kesalahan itu. Tapi memang ada kalanya kita membutuhkan tempat untuk merenungkan, atas apa yang kita perbuat itu. InsyaAllah, kita akan mendapatkankan jawaban atas apa yang kita pikirkan. Dan ini memang menjadi hal yang kadang kala saya renungkan terus-menerus, ketika yang genting atau sedang banyak masalah. Tetapi alhamdulillah ketika ini memang kehidupan ku lebih baik, mencoba menyadari arti yang sebenarnya sehingga saya bisa berdiri dengan tegak di sini, didunia ini. 

    Semakin banyak alasan yang timbul, jika suatu ketika saya mesti berpikir dari arah orang lain, mencoba memahami arti sebenarnya. Menyibak tabir yang sebenarnya ada di belakang mereka, InsyaAllah jika kita tahu hal tersebut, maka tidak akan ada lagi keraguan ataupun rasa benci, karena kadang pemahaman itu penting, menyangkut sesuatu yang terdalam, sesuatu yang tidak bisa diungkapkan dengan perkataan atau mungkin terjadi kesalahan komunikasi dua arah. Dan terjadi lah pertikaian yang seharusnya tidak perlu terjadi.

    Ketika saya sedang berada pada posisi yang bagus, ini saya bandingkan dengan 5 atau 6 tahun yang lalu, ketika awal pertama lulus bangku sekolah menengah atas, keluar dari lingkungan asal, keluar dari kehidupan anak sekolah dan keluar dari habitat anak baru gede. Awalnya memang berat dan terasa sulit sekali, bagaimana tidak, untuk bersosialisasi dengan lingkungan baru, mencoba menggapai cita-cita yang diimpikan, ingin melanjutkan kuliah ke sana, ke mari, sibuk mencari formulir pendaftaran, ditambah uang yang tidak sedikit tentunya, seakan memang jalan lain pada ketika itu terasa sulit sekali. Itulah yang membuat saya berusaha untuk mencapai target itu, dan kebanyakan dari teman-temanku juga seperti itu. Dalam pikiranku hanya itulah yang nantinya bisa menjamin apa yang saya harapkan di massa depan, bahwa saya bisa sukses dan mendapat gaji yang besar dan bisa hidup mandiri.

    Ada banyak hal yang ternyata tidak saya ketahui waktu itu, saya terlalu mengikuti lingkungan sekitarku. Teman-temanku memang memberikan warna yang besar terhadap pemikiranku itu, kadang saya hanya terdiam dan mencoba untuk mengurai terus apa sebenarnya tujuan akhir ini semua. Apakah mereka yang sudah diterima di perguruan tinggi bagus akan sukses nantinya? ataukah mereka yang hanya kuliah di tempat yang biasa tidak bisa sukses? beberapa pertanyaan itu terus hanyut kedalam benakku dan memenuhi otakku ini. Seakan saya belum puas terhadap hasil yang saya terima, memandang dunia hanya dari sisiku saja. Saat itu memang terasa sulit untuk menerima apa yang saya inginkan. Dan banyak alasan yang menjadikan itu semua, termasuk keadaan lingkungan, keluarga dan kondisi diriku sendiri yang hampa menerima perubahan, yang terlalu cepat dan kurang begitu bersahabat.

    Kesadaran itu tiba-tiba muncul, ketika saya tersadar bahwa saya sebenarnya memang butuh ketentraman hati saja, menerima semua apa adanya. Toh dimanapun saya berada, saya bisa berbuat yang terbaik semampuku. Seperti ketika ini saya berusaha mati-matian menjadikan diriku selalu bermanfaat bagi orang lain dan mengoreksi diri setiap hari agar kesalahan yang pernah saya alami tidak terjadi lagi.

    Butuh motivasi

    Butuh motivasi yang lebih agar sampai kepada yang kita inginkan, meskipun pada mulanya memang terasa sulit, sangat canggung sekali, bahkan tidak mengenakkan sekali. Namun Insyaallah pada akhirnya muncul seperti dorongan untuk merubah sesuatu hal yang ketika ini menjadi nyata sekali. Bukankah kita sebaiknya mencoba berusaha atas segala rencana yang telah disusun dan selalu berdoa?. Yang InsyaAllah pada akhirnya apa yang kita rencanakan berhasil dengan baik sekali. Dan bukan berarti alasan bahwa keberhasilan yang telah kita raih, adalah hanya karena memang kita sudah berbuat sesuai dengan yang benar.  Kapan dan dimana kita mengalami kegagalan yang sungguh menyakitkan dalam hidup? maka saat itu pula kesabaran dan syukur sikap yang kita tunjukkan pada lingkungan disekitar merupakan cerminan suasana pikiran kita.

    Terkadang saya kurang sanggup menahan emosi sendiri, bahkan terlalu berambisi. Namun saya kira ini alamiah, masih dalam tahap kewajaran apabila ketika itu saya masih bisa merenungkan kesalahan saya itu. Dimana dan kapan saya berada selalu ada kesempatan bagi saya untuk belajar dan belajar terus, kesalahan, atau ego pada diri saya sendiri, kadang kala melampaui akal ilmiah sampai bawah sadar yang saya miliki. Saya yakin setiap manusia akan menjadi sensitif untuk beberapa hal yang telah ditutupi, entah apapun itu. Yang mana kita tidak mau segala sesuatu diketahui banyak orang disekitar kita, pastilah akan ada hal kecil yang kita ingin rahasiakan. Seberapa besar kecilnya yang jelas setiap orang mempunyai penafsiran yang berbeda. 

    Teringat dimana saat saya tertuju pada penjual koran, yang ada dipinggir jalan. Beberapa kali bahkan sempat ngobrol beberapa hal, suatu ketika ada kesalahan dalam menjual dagangannya, jika dihitung katanya ia rugi 2000 rupiah, karena harga koran itu tidak seperti biasanya, edisi khusus katanya. Saya pikir 2000 tidak ada apa-apanya, sangat kecil saya pikir dalam hati. Tapi untuk penjual koran ini segitu saja dapat menguras keuntungan beberapa lembar koran yang sudah dijualnya. Namun beliau terus konsisten dengan pekerjaannya, tidak ada batasan waktu baginya dalam bekerja, pagi sampai malam bahkan ia setia menunggu kiosnya, terkadang dia kesiangan dalam menjajakan koran tapi tidak ada kata terlambat baginya untuk berusaha. Menurutnya, sebgai ganti pelanggannya adalah mereka yang baru pulang bekerja pada sore hari, sehingga meskipun pagi sudah tiada, sore haripun masih laku dagangannya, dan tidak ada potongan harga untuk sore hari. Harga tetap, tidak berubah sama sekali. Biasanya jika di Banjarnegara atau di wonosobo harga koran akan turun jika sudah sore hari, karena memang koran itu untuk pagi hari saja. 

    Rasa Syukur dan kesabaranlah yang membuatnya mampu bertahan. Sehingga banyak pelanggan korannya yang tetap setia mengambil koran atau majalah kepadanya. Jika kisah ini saya renungkan memang ada banyak hal yang bisa saya ambil hikmahnya, saya kadang malu sendiri, ketika orang lain dapat berpikir arif saya malah kebingungan mencari keuntungan dengan diri saya sendiri. Banyak hal yang bisa kita pelajari dijalanan termasuk juga cerita tadi, masih ada puluhan bahkan ratusan penjual koran yang lain yang ada di penjuru tanah air ini. Berjuang utnuk mencari kepingan-kepingan rupiah demi melanjutkan hidupnya, mencoba melelehkan garis kemiskinan pada panasnya siang diantara gumpalan dingin ketika hatinya masih keras seperti es batu.

    Bisa jadi suatu ketika nanti penjual koran tadi akan mendapatkan pekerjaan yang lebih layak, karena usahanya yang sekarang. Siapa sangka, saya pikir bukan menjadi mustahil lagi jika seseorang mau bekerja keras pasti ia akan mendapatkan apa yang dia inginkan, termasuk pula penghidupan yang layak tanpa perlu terlalu bergantung kepada orang lain. Sudah terbukti sekarang ini, banyak orang yang sekarang sukses berlimpah harta dahulunya adalah para pekerja tangguh yang kenal lelah bekerja dengan sepenuh hati tanpa merasa malu atau minder dihadapan orang lain, karena keyakinan yang sama diantara mereka bahwa suatu ketika nanti kehidupan, mereka akan lebih layak dan lebih makmur.

    Beberapa kali bila saya perhatikan percakapan yang dibuat antara tukang becak dan juga tukang koran tadi. Adakalanya perbincangan sederhana menimbulkan keasyikan dalam obrolan, bahkan terasa seperti sudah menjadi keluarga saja. Sehingga kepercayaan diantara mereka sungguh hebat saya pikir, adapun bila beberapa koran dagangannya habis, ia akan mencoba mencari tambahan rejeki tempat temannya, dengan penuh kepercayaan ia menyuruh tukang becak untuk menjaga tempat dagangannya itu. Subhanallah, rasa percaya diri yang hebat, saling menghormati satu dengan yang lain, menjadikan pergaulan diantara mereka  terasa erat, dan terus langgeng, timbal balik karena saling menghormati kepentingan dan mencoba membantu orang lain. Karena memang beberapa orang yang mangkal di sana, senang ikut numpang membaca korannya. Sesekali juga menemani ngobrol biar tidak sepi.

    Dari sini setidaknya ada beberapa hikmah yang saya dapat. Pertama, budaya saling percaya dan menghormati satu sama lain di masyarakat kita masih begitu kental sekali. Kedua, orang yang senang mangkal di tempat tukang koran ternyata mempunyai wawasan yang cukup luas, karena mereka bisa menikmati informasi yang syarat setiap hari dari koran, tanpa harus mengeluarkan uang untuk membelinya, saling asih dan menghargai keberadaan satu dengan yang lain.


    Kata Desi "Ah lebe kamu mas, he" Udah Gitu Aja

    Wednesday, December 12, 2012
    Diriku bukanlah mahluk yang sempurna, begitu juga dia...
    Untuk itu kami mencoba untuk saling melengkapi dari dua insan yang tidak sempurna ini,
    Untuk mencoba....
    Semoga Ridho Allah SWT selalu memberkati kami. "aamiin".

    DESY*CHRIS

    Kris love desi 
    Ketika aku melihat dia, aku rindu senyumnya. Ketika aku melihat senyumnya, aku rindu ingin memeluknya. Ketika dia memelukku, aku ingin menciumnya ... OMG aku semakin gila memikirkannya!

    Hanya melihat gambarmu saja, kamu sudah membuat tersenyum hatiku. Melihat SMSmu di HPku, membuat hatiku berasa bangga, dan ketika aku melihat senyummu, kamu telah membuat cerah duniaku. Dan ini hanya sedikit dari yang belum kau tau.

    Apa jadinya dunia andai Minnie tanpa Mickey, Tigger tanpa Pooh, Patrick tanpa Spongebob?, dan apa jadinya jika aku tanpamu?

    Aku tahu bahwa aku mencintaimu bukan karena kamu adalah perihal pertama yang aku pikirkan setiap kali aku bangun dari tidur, atau karena kamu adalah perihal terakhir yang aku pikirkan setiap kali aku akan pergi tidur. Namun, karena bahkan dalam mimpiku, aku selalu memikirkan untuk selalu melihatmu.

    Desi love kris
    Aku merindukanmu ketika sesuatu yang terjadi benar-benar baik, karena kamu adalah salah satu yang aku tunjuk sebagai teman berbagi. Aku merindukanmu ketika kau sedang menggangguku, karena kamu adalah orang yang mengertiku begitu baik. Aku merindukanmu ketika aku tertawa & menangis karena aku tahu bahwa kamu adalah salah satu yang membuat tawaku tumbuh subur dan air mataku menghilang. 

    Aku merindukanmu sepanjang waktu, namun yang paling aku rindukan darimu adalah ketika aku berbaring terjaga di malam hari dan memikirkan tentang semua - tentang betapa giatnya kamu ingin tunjukan agar aku bisa selalu tersenyum menghadapi kerasnya dunia ini, sekalipun hatiku sedang gundah kulana....dan karena sebab yang lain "aku juga mencintaimu".

    Diriku dan setiap manusia terlahir membawa satu butir benih Pohon Cinta
    yang tumbuh di Taman Surga
    Merupakan anugerah dari Sang Pencipta
    Masing-masing tertanam tepat di tengah ladang hati
    Tumbuh subur seiring mengalirnya darah dan hembusan nafasku
    Tidak bercabang
    Hanya berbunga satu
    Sekali seumur hidupku
    Diriku menamakan Anggrek untuk bunga tunggal itu
    Aku Cinta Kamu Desi Anggraeni.... 
    Terimakasih Allah, telah mempertemukan kami.
    (Once in A Lifetime, Karya: Adam Heins. Enhanced by : Desychris)

    Sebenernya banyak yang ingin saya tulis disini, tentunya dengan dibumbui kata-kata paling romantis didunia (ini versi saya) tapi akan saya simpan dulu :D tau nggak kenapa?? karena setiap kali saya ingin membuat tulisan yang katakanlah hampir seperti ini untuknya, maka untuk saat ini dia akan menjawab secara tegas dan seksama "ah lebe kamu mas, he" udah gitu aja :D. 

    #aku bahagia memikirkanmu :) :)


    Udah gitu aja..... kaburrrrrrrr..........
    kris love desi, krisnanto cinta desi anggraeni, desi anggraeni jogjakarta, aku cinta desi aggraeni, kris love dessy anggraeni, desagitarius is my love, desagittarius, desy anggraeni, anggrek, desikris, desychris.

    Kebencian adalah CINTA SESAAT | Puisi Sedih

    Wednesday, November 21, 2012
    Kebencian adalah CINTA SESAAT

    Saya setuju ada kalanya kita membenci seseorang,
    Dan ada kalanya juga kita mencintai seseorang,
    Disaat kita mencintai memang tidak boleh berlebihan,
    Sebaliknya di saat membenci juga jangan keterlaluan
    Tapi saya tidak setuju jika karena kebencian adalah cinta yang berlebihan
    Melainkan bagiku, kebencian itu adalah CINTA SESAAT.

    "Berbaring di sini, untuk malam di ruang diam dan gelap,
    Merasa nyeri saja dan kesuraman tak terkendali.
    Gambar flash darah di kepalaku,
    Tubuhmu mati berbaring di lantai.
    Ketika aku berbalik untuk berjalan menyusuri jalan kosong nan dingin,
    Cinta seperti itu tidak pernah lagi datang .........."

    Kebencian adalah, kebencian adalah ?, kebencian cinta adalah, kebencian itu adalah, mutiara kebencian cinta, mutiara kebencian adalah cinta sesaat, puisi cinta adalah, PUISI BENCI, PUISI KEBENCIAN, PUISI BENCI CINTA, PUISI BENCI YANG DALAM.

    Jual Kamboja Kering Dan Basah

    Pohon kamboja, khususnya kamboja berbunga putih (Plumeira alba), masih dipandang sebelah mata. Sebab, kebanyakan tanaman ini tumbuh di kuburan. Tidak jarang, orang menyebutnya sebagai bunga kuburan. Bunganya yang telah dikeringkan, lantas ditumbuk halus, banyak dipakai sebagai bahan baku wewangian, kosmetik, industri kerajinan dupa, spa, serta teh herbal. Untuk harga perkilo, kami tidak mematok harga paten dikarenakan harga yang tidak stabil dan berubah sewaktu-waktu. Jika anda berminat, silahkan hubungi kami atau jika anda ada di Banjarmasin, bisa datang langsung ke tempat kami.
    Dikirim oleh : Kamboja Kering, banjarmasin, 081334232727 | Kunjungi Website

    Dijual Rumah ada sarang Walet-Tulungagung

    Dijual Rumah Murah ada sarang Walet lengkap Dengan Instalasi Speaker, lb 90m2 sarang walet 3x7m diatas ada kolam, rumah monyet untuk walet 2x2m. Harga 175juta tanpa perantara Bila ada yang berminat langsung hubungi kami
    Dikirim oleh : Rumah Murah, Bangoan kedungwaru Tulungagung, 081351015777 | Kunjungi Website